Blank waktu TA, salah siapa ?
Saya baru saja baca posting seseorang di salah satu forum programmer. Sebenarnya, bukan sebuah posting yang luar biasa tapi tulisan tersebut mengingatkan saya pada beberapa posting senada yang saya pernah baca sebelumnya. I don’t want to offense or attack someone in this blog. I just want to share, and hope less people will do this embarrassing thing.
Topiknya adalah seorang mahasiswa yang akan memulai project tugas akhir / skripsinya. Permasalahannya ada pada kenyataan bahwa sang mahasiswa yang akan mengerjakan tugas akhir (TA) ini ternyata tidak memahami sama sekali alias nge-blank tentang apa yang harus dikerjakannya sebagai project TA.
Ada beberapa posting yang menarik perhatian saya.
1. Brainstorming.
Ini yang paling saya suka. Kalau ada mahasiswa akan memulai TA nya, tapi masih bingung dengan topik yang diambil, kemudian meminta masukan dari para forumer. Banyak kepala banyak ide, meskipun belum tentu masukannya diterima, tapi paling tidak bisa menambah wawasan si mahasiswa dan menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil topik untuk TA nya.
2. Posting lowongan.
Posting berisi lowongan parttime programmer untuk project kecil. Ternyata ini adalah lowongan untuk programmer yang bersedia untuk menjadi mentor untuk TA si mahasiswa. Yang lebih parah, ada yang minta dibuatkan aplikasi dari nol sampai jadi. Read more »
Indonesia and IT careers
Hari ini saya akhirnya membalas posting yang ada di fistek2000 at yahoogroups dot com. Ternyata topik yang dibicarakan adalah seputar melihat kembali Indonesia kita yang tercinta ini dan membandingkannya dengan negara-negara tetangga. Nggak terasa, ternyata saya menulis cukup banyak dan akhirnya saya posting juga di blog ini.
Kalo ngomong soal Indonesia dan perbandingannya dengan negara2 lain emang kita masih harus prihatin. Akhir-akhir ini saya banyak explore soal overseas work opportunity terutama di dunia IT. Rasanya kita udah
kalah beberapa tahun dengan negara2 tetangga kaya filipina, singapura, bahkan India. Banyak sekali perusahaan india yang sudah go international, bikin cabang sampai di middle east, Singapore, UK, Australia, bahkan banyak juga yang sudah ada di US. Parahnya lagi, banyak banget diantara perusahaan-perusahaan india ini yang juga menawarkan jasa outsourcing dan executive search. Dimana-mana loh, dari puluhan job sites yang udah sempat saya samperin, pasti banyak banget agent yang nama-nama contact nya adalah nama orang india, termasuk beberapa company yang sempat kontak saya juga kebanyakan orang india.
Alhasil, mereka sangat mendominasi akses informasi tentang pekerjaan di seluruh dunia. Efeknya adalah, kita orang indonesia ga punya bargaining position yang tinggi terhadap mereka. Salah satu penyebab ini semua adalah karena orang indonesia masih malu-malu, males-malesan, belum (kalau ga mau disebut “tidak”) punya cita-cita yang tinggi, merasa asik dengan comfort zone-nya (dengan mengandalkan slogan tongkat dilempar jadi tanaman, dll). Akhirnya, ga ada usaha untuk meningkatkan kualitas diri dan mengeksplorasi kesempatan diluar dari yang dijalani saat ini. Tentunya tidak semua orang indonesia seperti ini, tapi kita butuh lebih banyak orang lagi yang mau membuang jauh-jauh paradigma seperti ini.
