suhe arie's pages

Programmer juga manusia

Oh Indonesia, unluckiest country?

Akhirnya, niat untuk menulis bangkit lagi, thanks to si Teppy di thefreakyteppy dot wordpress dot com!

Seperti deja’vu, pengalaman ini terulang lagi dengan 3 keywords, London, Indonesia, Bencana.

Sekali lagi tanah air kita harus berduka, kali ini malah harus menanggung dua bencana alam pada saat yang hampir bersamaan, meskipun terjadi di dua daerah yang berbeda. Gempa dan tsunami di pulau Mentawai dan meletusnya gunung Merapi di Jogja, really devastating. Turut berduka yang mendalam untuk teman-teman yang ada di sana.

Sehari setelah bencana tersebut terjadi, saya tahu tentang berita ini dari BBC news dan dari surat kabar yang cukup terkenal di sini, di London. I just can say, Oh My God…

Evening Standard

Evening Standard

 

Di kantor, beberapa orang teman bertanya, “How is Indonesia?”, “What’s happen in your country”, “Is your family OK?”, dan beberapa pertanyaan sejenis. Saya langsung teringat kejadian yang mirip seperti ini, awal tahun lalu, di moment yang sama, ketika saya sedang dalam tugas kantor untuk ‘mengunjungi’ company’s headquarter, di London, seperti saat ini.
Tahun lalu, berita cukup menggemparkan datang dari Indonesia, terjadi banjir yang menewaskan banyak orang karena tanggul di Situ Gintung jebol. Saya ingat sekali, saat itu saya membaca surat kabar Metro (bacaan orang London tiap hari), di halaman 2, hampir satu halaman penuh, memberitakan tentang jebolnya Situ Gintung yang mengakibatkan kerugian jiwa dan materi yang luar biasa.

Saat itu, ada teman kantor bertanya, “why Indonesia sounds like a very catastrophic country?” yang bahasa Jawanya, “kenapa sih Indonesia kok kayaknya parah banget bencana-bencananya?”. Huff..
Sekarang, teman kantor yang lain berkata, “It seems you guys have everything, from flood, earthquake, tsunami, volcano eruption, landslide, terrorist bomb blast, etc, etc. Perhaps it’s the unluckiest country in the world”. Setelah dipikir-pikir, memang benar juga, semuanya ada di Indonesia. Semuanya tentang bencana. I can’t answer him with any word, just a plain smile 😦

Ketika berada di luar Indonesia, yang terdengar dari Indonesia adalah kabar-kabar tentang bencana, kemalangan, dan hampir semua yang bernada negatif. Benar-benar seperti deja’vu!

Well, bencana alam memang tidak bisa dihindari, tetapi yang disesalkan bencana-bencana tersebut masih harus ditambah dengan kejadian-kejadian yang dibuat oleh manusia sendiri (atau akibat kelalaian manusia), seperti jebolnya tanggul, lumpur lapindo, banjir di Jakarta, de el el.

Masih bolehkah kita berharap untuk mendengar berita-berita yang baik, positif, dan membanggakan dari negara kita tercinta?
Misalnya ada koruptor dihukum mati (atau setidaknya seumur hidup), orang Indonesia meraih nobel, orang Indonesia menemukan obat kanker, tim Indonesia menang Thomas dan Uber sekaligus, inflasi turun jadi 2% per tahun dan serentetan harapan lainnya.

So, let’s do something, something brilliant, to be heard by nations all over the world and they will say, you’re lucky you’re Indonesian.

Advertisements

November 2, 2010 - Posted by | Inside my mind, My Days

1 Comment »

  1. underlining this sentence ->

    let’s do something, something brilliant, to be heard by nations all over the world and they will say, you’re lucky you’re Indonesian.

    so.. what will you do? 🙂

    Comment by Hizkia Ardianto | November 12, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: