suhe arie's pages

Programmer juga manusia

Java Enterprise, mulai dari mana ? (part 3 – Eclipse & JBoss)

Ini sebenarnya hanya perbandingan saja, saya ingin mencoba membuat aplikasi yang persis sama dengan yang ada di artikel sebelumnya. Bedanya, di part 2, saya membuatnya dengan IDE Netbeans dan mendeploynya di Glassfish, sedangkan kali ini saya akan menggunakan IDE Eclipse 3.4 for Java EE developer dan mendeploynya di JBoss versi 4.2.2.

Karena di Java kita punya banyak pilihan, semoga artikel ini bisa memberi gambaran tentang alternatif-alternatif yang bisa kita gunakan, sekaligus menunjukkan bahwa aplikasi yang sama bisa dideploy di atas 2 application server yang berbeda tanpa harus melakukan banyak perubahan.

Di artikel ini saya tidak akan mengulang penjelasan tentang apa itu Java EE dan modul-modul yang terdapat di dalamnya. Silahkan lihat artikel ini untuk overview Java EE, dan artikel itu untuk penjelasan komponen Java EE yang digunakan di dalam contoh aplikasi ini.

1. Download dan install

Eclipse 3.4 for Java EE developer bisa didownload dari http://www.eclipse.org/downloads/. JBoss bisa didownload di http://www.jboss.org/jbossas/downloads/, saya menggunakan versi 4.2.2 GA. Ekstrak file-file zip tersebut ke komputer Anda, selanjutnya saya akan menyebut direktori instalasi eclipse sebagai ECLIPSE_HOME dan direktori instalasi JBoss sebagai JBOSS_HOME.

2. Register JBoss ke Eclipse

Klik menu Windows -> Preferences. Pilih item Server -> Runtime Environments di tree. Kemudian klik tombol Add untuk meregister application server baru ke dalam eclipse.

Di wizard New Server Environment, pilih JBoss -> JBoss v4.2, klik next, browse JBOSS_HOME anda, kemudian klik finish. Hasilnya, kita bisa melihat server JBoss kita teregister di eclipse, dan kita bisa mengontrol server ini seperti halnya Netbeans mengontrol Glassfish.

Continue reading

Advertisements

September 1, 2008 Posted by | Java, Java Enterprise | , , , , , , | 15 Comments

Pengolahan database dengan Java ? No problem

Aplikasi dan database adalah dua hal yang sangat berkaitan. Hampir mustahil rasanya jika kita membuat sebuah aplikasi yang cukup besar, tanpa adanya database. Sebaliknya, dengan database yang besar, tapi tidak ada aplikasi, user akan mengalami kesulitan saat akan melakukan pengolahan data. Untuk ini semua, kita membutuhkan bahasa pemrograman yang menyediakan fasilitas untuk melakukan pengolahan database dengan mudah.

Java menyediakan fitur pengolahan database ini dengan cukup baik melalui teknologi yang dinamakan Java Database Connectivity (JDBC). JDBC ini sebenarnya adalah sebuah spesifikasi yang mengatur bagaimana sebuah database server dapat diolah dari aplikasi Java. Implementasi dari JDBC ini dibuat oleh masing-masing vendor database berupa sebuah library yang berisi kumpulan class yang mengikuti standar/spesifikasi JDBC, biasanya disebut juga sebagai JDBC driver. Oleh karena itu, masing-masing database mempunyai driver JDBC sendiri seperti Oracle menamainya SQLJ/JDBC, MySQL menamainya MySQL Connector/J.

Lho ? Jadi cara akses databasenya beda-beda, sesuai dengan database yang digunakan ?
Untungnya tidak demikian, jangan khawatir. Idealnya, kita bisa menggunakan konsep yang sama, cara pengolahan yang sama, source code yang sama, class yang sama untuk mengolah berbagai macam database yang sudah memiliki implementasi JDBC driver. Jadi jika kita ingin menghubungkan aplikasi Java kita dengan database lain, kita cukup mengubah JDBC driver dan connection propertiesnya saja.

Pada contoh kali ini kita akan melakukan pengolahan data sederhana menggunakan database MySQL. Untuk ini, kita membutuhkan MySQL versi 5 dan MySQL JDBC Driver versi 5.0. Silahkan install MySQL servernya, jika belum terinstall. Ada baiknya anda menginstall MySQL GUI Tools juga untuk memudahkan administrasi database. Untuk Java nya, Anda dapat menggunakan IDE apa saja, saya menggunakan Eclipse IDE.

Continue reading

August 21, 2008 Posted by | Database, Java | , , | 12 Comments

Eclipse – Java IDE, untuk apa ?

Kenapa kita butuh yang namanya IDE ?

Kita bisa membuat sebuah aplikasi Java, hanya dengan bermodalkan notepad, textpad, editplus, vi, vim, dan berbagai macam editor teks lainnya untuk mengetik source code kemudian meng-compile nya dengan menggunakan shell/command prompt. Tidak ada yang salah dengan metode ini, malah saya sangat menganjurkan pada setiap teman-teman yang baru belajar untuk memulai pembelajarannya dengan metode seperti ini. Tujuannya, agar kita bisa paham tentang semua yang kita kerjakan sampai ke low level, sebelum kita menggunakan perangkat lain yang serba otomatis dan canggih. Sehingga, jika suatu saat kita menghadapi masalah dengan perangkat otomatis tersebut, kita bisa mencari penyebabnya dan menyelesaikannya sendiri.

Jika kita hanya membuat aplikasi yang berskala kecil, mungkin kurang dari 10 file source code, dengan 100 baris per file nya, metode di atas masih bisa dilakukan. Tapi, jika project yang akan dikerjakan adalah project besar, terdiri dari ratusan file source code, total ratusan ribu baris kode, dengan puluhan library, maka kita membutuhkan perlengkapan perang yang bisa mengatur semua itu dengan baik dan menyediakan berbagai fasilitas untuk mempermudah kita dalam membangun aplikasi. Perangkat itulah yang disebut sebagai Integrated Development Environment (IDE).

Di Java, kita mempunyai banyak pilihan IDE, di antaranya Eclipse, Netbeans, IntelliJ IDEA, Borland JBuilder, Oracle JDeveloper, dan lain lain. Eclipse dan Netbeans adalah IDE yang banyak digunakan karena gratis dan open source.

Kali ini, kita akan mencoba membuat sebuah aplikasi sederhana dengan menggunakan Eclipse sebagai IDEnya. Langkah-langkahnya sebagai berikut: Continue reading

August 16, 2008 Posted by | Java | , , , , | 29 Comments